Ide Cerdas Usaha Percetakan Murah

Berbicara masalah dunia Percetakan khususnya Percetakan Digital memang tidak ada habis-habisnya.Bahkan saat ini, bisnis percetakann semaki tumbuh menjamur saja, hal ini disebabkan Kebutuhan cetak mencetak yang semakin tinggi. Belum lagi kalau Kita lihat pertumbuhan  penerbit buku semakin marak sehingga membuat ruang lingkup percetakan semakin meningkat. Lihat saja kebutuhan pasar dan keinginan mencetak undangan, sebagai contoh undangan pernikahan yang tiap tahun selalu ada. Belum lagi kebutuhan  lagi order mencetak yasinan, brosur, majalah,buku,kartu nama,flyer dan jenis percetakan lainnya. Nah,melihat prospek dan peluang ini kenapa Anda tidak menangkap peluang ini dengan membuat usaha percetakan sendiri ? Dilihat dari peluang dan prospeknya, usaha percetakan pastinya  sangat menjanjikan dan tidak ada matinya. Tapi tunggu dulu, untuk membeli sebuah mesin cetak ukuran kecil atau mesin toko modalnya sangat besar apalgi buat Kita yang modalnya pas-pasan,bisa dibilang butuh dana jutaan rupiah. Malah, mesin toko /second/ saja dijual kisaran 25-30 juta rupiah.


Aha !!! Jangan putus asa dulu,kalau Kita punya niat,dimana ada kemauan pasti ada jalan…. Caranya ? kenapa Anda tidak membuka Percetakan Rumahan Skala Kecil ? Bagi Anda yang memiliki modal kecil, tetap bisa kok membuka percetakan skala kecil di rumah Anda sendiri. Anda bisa mulai membuka modal dengan membeli seperangkat komputer , printer injet, printer laser, alat potong, dan mesin scan malah kalau Anda sudah punya fasilitas itu semua ya tanpa Kita sadari Kita sudah punya modal kan? Tinggal usaha dan Action !  Saat ini printer injet harganya murah kok,apalagi Sekarang, modelnya sudah memakai system infuse atau CIS sehingga tintanya lebih banyak (sampai 100 ml). Dengan tinta yang banyak, Anda bisa mencetak sampai ratusan. Printer jenis ini bisa Kita gunakan mencetak foto,kartu nama bahkan brosur. Agar kartu nama tahan lama, Anda bisa melapisi kartu dengan laminasi. Alat laminasi juga dapat dibeli dengan harga terjangkau. Asal mau merogoh kocek senilai lima ratus ribu rupiah, Anda sudah mendapat alat untuk melaminasi.Kalau Kita pengen bisa cetak diatas kertas ArtPaper Kita bisa menggantikan Tinta Dye dengan jenis tinta ArtPaper anti luntur bahkan waterproff yang sekarang lagi marak dipasaran.
 Untuk urusan Cetak Brosur  sebenarnya Kita bisa memanfaatkan Printer laser  Saya rekomendasikan jenis Xerox C1110 karena dengan sedikit settingan khusus printer ini dapat digunakan untuk mencetak brosur, kalender, dan juga buku dengan oplah terbatas, maksimal 200 buah. Bagaimana? Mudah bukan ? Ya dengan sedikit kemauan dan kerja kersa Kita sudah bisa memenuhi order skala kecil. Jangan takut, harga printer laser juga ada yang murah. Kisaran tiga juta, Anda sudah dapat membawa pulang sebuah printer laser. Akan tetapi, hati-hatilah memilih jenis printer laser karena tiap merek memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Oh ya, sebagai review saja untuk printer laser milik XeroX yang harganya sekitar tiga jutaan, gambarnya agak mengabur. Ketebalan kertas pun terbatas. Sedangkan, printer laser keluaran HP, tabung tonernya lebih besar sehingga kapasitas mengeprintnya bisa lebih banyak. Namun, kekurangannya, untuk membeli toner isi ulangnya, harganya lumayan mahal dibanding milik XeroX. Bila orderan sudah banyak dan jumlah yang diminta banyak, Anda juga bisa melakukan lempar order ke percetakan kenalan. Mintalah harga miring sehingga Anda juga mendapat keuntungan. Dengan begitu, pekerjaan dapat, dan keuntungan juga tetap ada. Jangan lupa menabung setiap kali mendapat keuntungan . Tentunya, Anda berkeinginan untuk bisa mengembangkan usaha sehingga bisa memiliki mesin sendiri, bukan? Kebanyakan orang-orang yang mendirikan percetakan juga di mulai dari mencetak kecil-kecilan dulu, kemudian akhirnya menabung untuk bisa membeli alat cetak sendiri. Tertarik?

This entry was posted in . Bookmark the permalink.

Leave a reply

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Galery Usaha TEMPLATE ERROR: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view']; Berti Kiuk TEMPLATE ERROR: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view']; Rating Blog: 5 dari 5